Jumat, 13 Februari 2009

Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum Wr Wb. Apa Kabar Semua Sehat kan. Salam2 nih dari naufal buat Mas Dhirda, Mbak Keisha, Mas Dzaki, Mbak Nisa, Mbak Ajeng, Mbak Bila, Mas Haziq, Dik Ata, Dik Sigit n Dik Adnand

Naufal Udah 8 Bulan



Pada Usia 5-8 Bulan, anak belajar lebih aktif dan ekspresif dalam bermain, rasa ingin tahunya membuatnya tergerak untuk mengenal barang-barang disekitarnya. Ia mulai melakukan gerakan yang teratur dan lebih bertujuan. Meskipun demikian, si kecil masih bermain secara eksploratif seperti di usia sebelumnya, tentu, dengan beberapa variasi.
Mari kita tengok mainan-mainan apa saja yang bisa dimainkan si Kecil
disertai dengan manfaatnya bagi perkembangan di usia 5-8 Bulan.

Usia 5-8 Bulan

- Boneka yang bisa keluar dari kotak (pop-up)
Mainan ini menguatkan konsep “sebab-akibat’ dan “hilang-timbul”. Dengan menekan tombol, boneka yang ada di dalam kotak tiba-tiba keluar.

- Mainan yang dilekatkan pada dinding atau sisi tempat tidur bayi (crib toys)

Alat bermain ini biasanya berisi bermacam mainan untuk beberapa kegiatan sekaligus. Mainan ini dapat melatih koordinasi mata dan tangan si kecil sekaligus menstimulasi secara visual.

- Kaos kaki bergemerincing

Anak usia ini biasanya mulai sadar terhadap anggota tubuhnya sehingga gemerincing kaos kaki yang dikenakannya menarik perhatiannya sekaligus meningkatkan koordinasi mata dan kakinya.

- Mainan untuk digigit (teethers atau biting toys)

Di usia sekitar 6 bulan, gigi pertama si kecil terlihat. Hal ini membuat gusinya gatal sehingga ia biasanya berusaha menghilangkan sensasi gatal tersebut dengan menggigit-gigit benda yang dijumpainya. Mainan yang khusus dibuat untuk keperluan ini sangatlah tepat jika Anda berikan pada si kecil. Hanya saja, keamanan bahan dan kebersihan mainan ini perlu selalu mendapat perhatian.

- Alat-alat rumah tangga seperti sendok kayu, mangkok atau panci kecil.

Alat-alat masak yang aman (antara lain yang tidak memliki permukaan tajam atau bersiku) merupakan “alat musik” menyenangkan bagi anak-anak usia ini. Mereka mulai dapat mempraktekkan keinginannya untuk bunyi.

- Mainan gantung berlagu

Jenis mainan klasik ini biasanya memiliki tali yang ditarik menghasilkan bunyi musik yang lembut dan menyenangkan. Mainan ini dapat menstimulasi kemampuan anak merangsang indera pendengarannya. Yang perlu diperhatikan adalah ukuran tali agar tidak terlalu panjang sehingga dapat menjerat si kecil.

- Buku bayi (baby book)

Buku yang cocok untuk anak seusia ini adalah yang terbuat dari karton tebal yang anti robek atau terbuat dari bahan sintetis atau bisa juga terbuat dari bahan yang anti air sehingga si kecil bisa menggunakannya ketika sedang mandi atau bermain air. Buku bayi yang baik berisi gambar dan berwarna-warni menarik. Memperkenalkan buku di usia yang sangat muda dapat membiasakan si kecil menyenangi sumber ilmu ini dan mengenalkannya akan berbagai kosa kata.www.kafebalita.com>

February 2009


Ciluk Ba.....
Hai bos....


Januari 2009

Minggu, 08 Februari 2009

Capture Naufal 2008

November 2008

Memperdengarkan Al Quran Meningkatkan IQ Balita

Ternyata Al Quran dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak, yakniketika bacaan ayat-ayat Kitab Suci itu diperdengarkan dekat mereka.
Dr Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruhbacaan Al Quran dapat meningkatkan IQ bayi yang baru lahir dalam sebuahSeminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun yang lalu.Dikatakannya, bayi yang berusia 48 jam saja akan langsung memperlihatkanreaksi wajah ceria dan sikap yang lebih tenang.

Penulis pun mempunyai seorang keponakann yang lahir tahun 2002. Entah adakaitan dengan dengan argumentasi di atas, yang jelas sebelum umurnya satutahun, ia sering baru bisa tidur bila di sampingnya diperdengarkan suaraorang mengaji melalui tape recorder.

Seperti diketahui, dengan mendengarkan musik, detak jantung bayi menjaditeratur. Malah untuk orang dewasa akan menimbulkan rasa cinta. Hanya arahnyatidak tentu.

Sedangkan Al Quran, selain itu, sekaligus menimbulkan rasa cinta kepadaTuhan Maha Pencipta. Jadi, bila bacaan Al Quran diperdengarkan kepada bayi,akan merupakan bekal bagi masa depannya sebagai Muslim, dunia maupunakhirat.

Seperti diketahui, dalam musik terkandung komposisi not balok secarakompleks dan harmonis, yang secara psikologis merupakan jembatan otak kiridan otak kanan, yang outputnya berupa peningkatan daya tangkap/konsentrasi.Ternyata Al Quran pun demikian, malah lebih baik. Ketika diperdengarkandengan tepat dan benar, dalam artian sesuai tajwid dan makhraj, Al Quranmampu merangsang syaraf-syaraf otak pada anak.

Ingat, neoron pada otak bayi yang baru lahir itu umumnya bak "disket kosongsiap pakai". Berarti, siap dianyam menjadi jalinan akal melalui masukanberbagai fenomena dari kehidupannya. Pada gilirannya terciptalah sirkuitdengan wawasan tertentu. Istilah populernya apa lagi kalau bukan"intelektual". Sedangkan anyaman tersebut akan sernakin mudah terbentuk padawaktu dini. Neoron yang telah teranyam di antaranya untuk mengatur faktoryang menunjang kehidupan dasar seperti detak jantung dan bernapas. Sementaraneoron lain menanti untuk dianyam, sehingga bisa membantu anak menerjemahkandan bereaksi terhadap dunia luar.

Selama dua tahun pertama anak mengalami ledakan terbesar dalam halperkembangan otak dan hubungan antar sel (koneksij. Lalu setahun kemudianotak mempunyai lebih dari 300 trilyun koneksi, suatu kondisi yang susahterjadi pada usia dewasa, terlebih usia lanjut. Makanya para pakarperkembangan anak menyebut usia balita sebagai golden age bagi perkembanganinteligensia anak.

Memang bila orangtua tidak memanfaatkan kesempatan ini dengan jalan membantudari belakang, maka tetap tidak akan mempengaruhi kemampuan otak anak dalammenganyam neoron, Karena kesempatan untuk memperkuat koneksi otak terbukaluas selama masa anak-anak. Tetapi tentu akan semakin baik bila orangtua punikut aktif membantu.


Otak telah tumbuh jauh sebelum bayi lahir. la telah mulai bekerja yanghasilnya merupakan benih penginderaan berdasarkan prioritas. Umumnyapendengaran Iebih dulu.

Jadi, selama masa itu penting sekali untuk selalu menghadirkan lingkungankondusif dan baik bagi perkembangan otaknya. Hilangnya lingkungan ini hanyaakan membuat otak menderita dan menganggur yang gilirannya mempengaruhitingkat kecerdasannya.

Dalam kaitan" upaya meningkatkan pribadi Muslim, seyogianya bayi sudahdiperdengarkan bacaan Al Quran sejak dalam rahim. Jadi, bila ada anjurankepada ibu-ibu hamil untuk rajin membaca Al Quran menjelang bersalin, ituada dasar ilmiahnya juga. Makin baik dan benar bacaan itu, termasuk lagunya,makin baik hasilnya.

Tujuannya tentu saja bukan mengajak bayi memahami substansi atau maknakandungan ayat-ayat Al Quran, tetapi memperkuat daya tangkap/konsentrasiotak bayi. Sehingga akan semakin mudahlah ia menghafal ayat-ayat Al Quranbeserta terjemahannya ketika sudah memasuki masa belajar.

Bila banyak ibu hamil yang sanggup membeli kaset lagu pop, dangdut, sampaimusik klasik, rasanya ironis bila kaset qiraah Al Quran saja tidak sampaiterbeli. Apalagi harganya relatif murah.
Sumber : Laporan: Nasrullah Idris <http://www.amanah.or.id/images/news/>

Oktober 2008






5 Jenis Imunisasi Yang Wajib Diperoleh Bayi Sebelum Usia Setahun

5 jenis imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah, dalam hal ini masih mendapat subsidi dari pemerintah sehingga biayanya relatif lebih murah

  1. Imunisasi BCG, Ketahanan terhadap penyakit TB (Tuberkulosis) berkaitan dengan keberadaan virus tubercle bacii yang hidup didalam darah. Itulah mengapa agar memiliki kekebalan aktif, dimasukkan jenis basil tak berbahaya ini ke dalam tubuh, alias vaksinasi BCG (Bacillus Celmette-Guerin)
  2. Imunisasi Hepatitis B, Imunisasi ini merupakan langkah efektif untuk mencegah masuknya VHB, yaitu virus penyebab penyakit hepatitis B. Hepatitis B dapat menyebabkan sirosis atau pengerutan hati, bahkan lebih buruk lagi mengakibatkan kanker hati.
  3. Imunisasi Polio, Imunisasi polio akan memberikan kekebalan terhadap serangan virus polio. Penyakit akibat virus ini dapat menyebabkan kelumpuhan.
  4. Imunisasi DTP, Dengan pemberian imunisasi DTP, diharapkan penyakit difteri, tetanus, dan pentusis, menyingkir jauh dari tubuh si kecil.
  5. Imunisasi Campak, Sebenarnya bayi sudah mendapatkan kekebalan campak dari ibunya. Namun seiring bertambahnya usia, antibodi dari ibunya semakin menurun sehingga butuh antibodi tambahan lewat pemberian vaksin campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus Morbili.